Retorika; definisi, tujuan, dan fungsi

 




Pada kesempatan kali ini kita akan membahas apa itu retorika. 

Definisi

Dikutip dari jurnal Sejarah Dan Peradaban Retorika (2005) karya Rajiyem, kata retorika berasal dari bahasi Inggris 'rethoric' dan juga bersumber dari bahasa latin yaitu 'rethorica' yang berarti ilmu bicara. 

Adapun menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI), retorika adalah keterampilan berbahasa secara efektif. 

Selain itu, retorika juga dipahami sebagai studi pemakaiaan bahasa secara efektif dalam karang-mengarang, dan ada juga yang menyebutkan bahwa retorika adalah seni berpidato yang muluk dan bombastis. 

Sementara itu, dikutip dari situs garuda.kemdikbud.go.id retorika adalah suatu bidang ilmu yang mempelajari atau mempersoalkan tentang bagaimana cara berbicara yang mempunyai daya tarik yang mempesona, sehingga orang yang mendengarkan dapat mengerti dan perasaannya terteguh. 

Jadi, retorika bukan sekedar kemampuan  berbicara, tetepi bagaimana dengan berbicara tersebut kita dapat menggerakkan seseorang atau bahkan sekelompok orang.


Tujuan dan Fungsi

Dikutip dari makalah Benruk dan Penggunaan Retorika didalam Teologi Kitab-kitab Injil oleh IAKN Toraja, retorika memiliki tujuan untuk mempersuasi. Kemudian retorika menjadi ilmu sejak abad ke-4 SM yang dirumuskan oleh Aristoteles. Adapun tujuan selengkapnya sebagai berikut:

  • Meyakinkan para pendengar akan sesuatu kebenaran dari suatu topik yang dibicarakan.
  • Membina rasa saling pengertian yang mengembangkan kerja sama untuk menumbuhkan kedamaian dalam setiap kehidupan bermasyarakat memalui kegiatan bertutur.
Adapun fungsi dari retorika adalah untuk mempersiapkan sarana yang baik dalam menyediakan pengetahuan dan bimbingan bagi pembicara, sehingga mereka lebih mudah mencapai tujuan yang diinginkan. Dan hendaknya pembicara menyampaiakan kebenaran  dalam beretorika, sebab jika mereka menyampaikan sesuatu yang tidak benar kemudian orang meragukan informasi itu, maka tujuan dan fungsi retorika tidak tercapai. 


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Iklan Konvensional, dan perbandingannya dengan iklan digital

Retorika Aristoteles

Komunikasi Massa